Tanaman dengan nama latin Adiantum tenerum merupakan tanaman yang termasuk kedalam golongan tanaman paku-pakuan (Pteridophyta). Tanaman ini secara alami tersebar di seluruh dunia, mulai dari Amerika selatan di pegunungan Andes hingga Asia tenggara dan Papua. Di tempat kita sendiri, biasanya suplir tumbuh liar disekitar mata air dan areal berbatuan yang lembab, seperti di dinding yang sering terkena pancuran hujan ataupun disekitar air terjun ditengah-tengah hutan yang rimbun.
Bagi seorang pemula yang baru saja menggeluti dunia botani baik itu untuk bisnis maupun untuk hobi-hobian saja, jujur saja jika tanaman suplir adalah tanaman yang tergolong susah untuk dikembangbiakkan dan dirawat terlebih lagi memerlukan perhatian ekstra dan perawatan yang khusus. Sehingga kemungkinannya untuk mati dan tidak bertahan di minggu-minggu pertama setelah penanamannya adalah hal yang tidak dapat dihindarkan. Nahh lantas sekarang bagaimana? Yang bisa kita lakukan hanyalah meminimalisir kemungkinan tanaman layu dan mati dengan perawatan dan penanganan yang benar, maka dari itu kita disini tidak hanya membahas cara menanamnya melainkan cara merawatnya juga setelah nanti kita tanam entah di pot ataupun tanah terbuka. Karena mubazirkan kalau dibeli mahal-mahal, ehh dua-tiga hari langsung mati.
CARA MENANAM SUPLIR YANG BAIK DAN BENAR
1. Media tanam yang digunakan haruslah gembur dan bersifat poros (mudah diserap air), dengan pH berkisar antara 5-6.
2. Memilih bibit tanaman yang terbaik berdasarkan kualitasnya, baik itu tidak terserang hama dan penyakit maupun dari kehijauan daunnya.
3. Berhati-hatilah dengan batang suplir yang tipis dan mudah patah saat memindahkannya dari tanaman induk (pengambilan bibit) maupun saat akan memasukkannya ke pot (wadah).
4. Tidak disarankan untuk mencampurkan pupuk NPK ataupun pupuk kandang dengan media tanah, karena daun suplir akan terbakar dan gosong akibat dari gas metana yang dihasilkan pupuk.
5. Jika ingin menanamnya di tanah secara langsung, tanamlah ditempat yang terhindar dari sinar matahari langsung atau dibalik pohon yang teduh, karena suplir tidak tahan sengatan matahari.
CARA PERAWATAN SUPLIR YANG BAIK DAN BENAR
1. Suplir adalah tanaman yang hanya bisa hidup di tempat yang lembab dan basah, sehingga kelembapan tanah harus selalu dijaga, jangan sampai kering namun juga jangan terlalu basah.
2. Apa yang terjadi apabila media tanah terlalu basah? Maka suplir akan busuk dan mati.
3. Suplir juga membutuhkan sinar matahari namun tidak seintensif tanaman lain, waktu yang terbaik untuk menjemurnya adalah di pagi hari dan sore hari, saat cahaya tidak terlalu menyengat.
4. Apa yang terjadi jika anda menjemur suplir di siang hari? Kemungkinan tanaman anda akan gosong dan mati.
5. Pemberian pupuk kimia ataupun zat hara tambahan bagi suplirnya sebenarnya tidak terlalu perlu, namun jika ingin sebaiknya diganti dengan tanah humus ataupun POC (Pupuk Organik Cair).
6. Apa yang terjadi jika anda tetap membandel ingin memberikan pupuk NPK ataupun pupuk kandang? Tanaman akan layu dan daunnya gosong, lalu mati.
7. Apakah suplir perlu diberikan pestisida? Sebaiknya jangan, lagipula suplir hampir tidak memiliki hama alami.
8. Ya, palingan jika anda nekat menyemprotnya suplir anda tidak akan kuat menerima bahan kimia yang bersifat panas, lalu kering, gosong dan mati.
9. Setiap daun dan batang yang sudah layu harus segera dipotong da dicabut (hati-hati, saya sarankan pakai gunting aja) untuk merangsang pertumbuhan daun dan tunas batang yang baru.
Nahh, itu dia tadi cara, tips & trik perawatan serta penanaman tanaman suplir. Memang susah-gampang yahh? Kekurangan dari suplir adalah mengenai kelembapannya yang harus diperhatikan dan dijaga, namun kemudahannya adalah tidak terlalu membutuhkan perhatian seperti penanganan hama dan penambahan pupuk, karena mereka bisa hidup dengan zat hara yang minim. Sekian itu saja tips dari saya, semoga bermanfaat. Ohh ya, jika anda bertanya 'apakah saya punya suplir?' jawabannya 'punya kok!'
Tapi masih kecil! Hehehehe... kemarin nemu tumbuh sendiri dekat dinding langsung saya ambil dehh.
Sumber gambar pertama : shutterstock.com
Photo oleh / Credit to : Wuttichok Panichiwarapun
Bagi seorang pemula yang baru saja menggeluti dunia botani baik itu untuk bisnis maupun untuk hobi-hobian saja, jujur saja jika tanaman suplir adalah tanaman yang tergolong susah untuk dikembangbiakkan dan dirawat terlebih lagi memerlukan perhatian ekstra dan perawatan yang khusus. Sehingga kemungkinannya untuk mati dan tidak bertahan di minggu-minggu pertama setelah penanamannya adalah hal yang tidak dapat dihindarkan. Nahh lantas sekarang bagaimana? Yang bisa kita lakukan hanyalah meminimalisir kemungkinan tanaman layu dan mati dengan perawatan dan penanganan yang benar, maka dari itu kita disini tidak hanya membahas cara menanamnya melainkan cara merawatnya juga setelah nanti kita tanam entah di pot ataupun tanah terbuka. Karena mubazirkan kalau dibeli mahal-mahal, ehh dua-tiga hari langsung mati.
CARA MENANAM SUPLIR YANG BAIK DAN BENAR
1. Media tanam yang digunakan haruslah gembur dan bersifat poros (mudah diserap air), dengan pH berkisar antara 5-6.
2. Memilih bibit tanaman yang terbaik berdasarkan kualitasnya, baik itu tidak terserang hama dan penyakit maupun dari kehijauan daunnya.
3. Berhati-hatilah dengan batang suplir yang tipis dan mudah patah saat memindahkannya dari tanaman induk (pengambilan bibit) maupun saat akan memasukkannya ke pot (wadah).
4. Tidak disarankan untuk mencampurkan pupuk NPK ataupun pupuk kandang dengan media tanah, karena daun suplir akan terbakar dan gosong akibat dari gas metana yang dihasilkan pupuk.
5. Jika ingin menanamnya di tanah secara langsung, tanamlah ditempat yang terhindar dari sinar matahari langsung atau dibalik pohon yang teduh, karena suplir tidak tahan sengatan matahari.
CARA PERAWATAN SUPLIR YANG BAIK DAN BENAR
1. Suplir adalah tanaman yang hanya bisa hidup di tempat yang lembab dan basah, sehingga kelembapan tanah harus selalu dijaga, jangan sampai kering namun juga jangan terlalu basah.
2. Apa yang terjadi apabila media tanah terlalu basah? Maka suplir akan busuk dan mati.
3. Suplir juga membutuhkan sinar matahari namun tidak seintensif tanaman lain, waktu yang terbaik untuk menjemurnya adalah di pagi hari dan sore hari, saat cahaya tidak terlalu menyengat.
4. Apa yang terjadi jika anda menjemur suplir di siang hari? Kemungkinan tanaman anda akan gosong dan mati.
5. Pemberian pupuk kimia ataupun zat hara tambahan bagi suplirnya sebenarnya tidak terlalu perlu, namun jika ingin sebaiknya diganti dengan tanah humus ataupun POC (Pupuk Organik Cair).
6. Apa yang terjadi jika anda tetap membandel ingin memberikan pupuk NPK ataupun pupuk kandang? Tanaman akan layu dan daunnya gosong, lalu mati.
7. Apakah suplir perlu diberikan pestisida? Sebaiknya jangan, lagipula suplir hampir tidak memiliki hama alami.
8. Ya, palingan jika anda nekat menyemprotnya suplir anda tidak akan kuat menerima bahan kimia yang bersifat panas, lalu kering, gosong dan mati.
9. Setiap daun dan batang yang sudah layu harus segera dipotong da dicabut (hati-hati, saya sarankan pakai gunting aja) untuk merangsang pertumbuhan daun dan tunas batang yang baru.
Nahh, itu dia tadi cara, tips & trik perawatan serta penanaman tanaman suplir. Memang susah-gampang yahh? Kekurangan dari suplir adalah mengenai kelembapannya yang harus diperhatikan dan dijaga, namun kemudahannya adalah tidak terlalu membutuhkan perhatian seperti penanganan hama dan penambahan pupuk, karena mereka bisa hidup dengan zat hara yang minim. Sekian itu saja tips dari saya, semoga bermanfaat. Ohh ya, jika anda bertanya 'apakah saya punya suplir?' jawabannya 'punya kok!'
Tapi masih kecil! Hehehehe... kemarin nemu tumbuh sendiri dekat dinding langsung saya ambil dehh.
Sumber gambar pertama : shutterstock.com
Photo oleh / Credit to : Wuttichok Panichiwarapun


Wahh, sangat bermanfaat sekali artikelnya, semoga bisa lebih baik lagi kedepannya
ReplyDelete